Rabu, 24 Juli 2013

Contoh Tugas Akhir Jurusan Komputer Akuntansi



ANALISIS PERPUTARAN PIUTANG PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk CABANG MALANG


TUGAS AKHIR

Diajukan kepada
Program Keahlihan Bisnis Dan Industri
Universitas Negeri Malang
Untuk memenuhi salah satu persyaratan
Dalam menyelesaikan program 1 Tahun
Komputer Akuntansi

Oleh:


JENNY MAHARANI TATANEGARA
NIM. 712443481
KAT.


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PROGRAM KEAHLIHAN BISNIS DAN INDUSTRI
BIDANG KEAHLIHAN KOMPUTER AKUNTANSI
2013






LEMBAR PERSETUJUAN

Tugas akhir oleh Jenny Maharani Tatanegara mahasiswa Program Keahlihan Bisnis Dan Industri Universitas Negeri Malang bidang keahlihan Komputer Akuntasi yang telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.







Malang, 14 Juni 2013
Pembimbing,


Hanik Purbatin A, S.Pd
NIP.19650311 198903 2 012


LEMBAR PENGESAHAN


Tugas Akhir oleh Jenny Maharani Tatanegara Bidang Keahlian Komputer Akuntansi Program Keahlian Bisnis Dan Industri Universitas Negeri Malang ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal………………



Dewan Penguji,


(NAMA LENGKAP)                         Penguji I
NIP……………………….



(NAMA LENGKAP)                         Penguji II
NIP………………………..








Mengetahui,                                        Mengesahkan,
Wakil Direktur                                                Direktur PKBI,





Arif Wicaksono, ST. IMM                              Drs. Partono, M. Pd
NIP. 19741231 200710 1 002             NIP. 19610529 198601 1 001








ABSTRAK


Maharani T, Jenny. 2013. Analisis Perputaran   Piutang pada    PT. Adira    Dinamika   Multi    finance,   tbk  Cabang   Malang. Tugas Akhir Jurusan  Komputer  Akuntansi,
                                               Pembimbing: Hanik Purbatin A, S.Pd

Kata Kunci: Piutang Dagang

PT. Adira Dinamika Multi finance merupakan perusahaan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor  yang didirikan pada tahun 1990, merupakan perusahaan pembiayaan terbesar saat ini untuk pembiayaan berbagai merek otomotif di indonesia berdasarkan pencapaian laba bersih, pencapaian pangsa pasar secara keseluruhan dan jumlah aset yang dikelola.
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui tingkat perputaran piutang PT.  Adira Dinamika Multi finance dari Tahun 2011-2012.
Piutang Merupakan penjualan secara kredit dalam Jangka waktu tertentu. Dari besarnya piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance yaitu sebesar 2,10 kali pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 2.04 kali. Ini menunjukkan bahwa tingkat perputaran piutang pada tahun 2011 sampai tahun 2012 efektif karena realisasinya lebih besar dari target yang telah ditetapkan sebesar 1 kali. Hal ini dikarenakan semakin lamanya angsuran mengenai jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah.                                                                      








KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillahirobbil’alamin dengan segala kerendahan hati penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah mencurahkan karunia serta hidayahnya. Sholawat dan salam senantiasa penulis panjatkan  kepada Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam ini, sehingga penulis dapat menyelesaiakan tugas akhir (TA) ini, yang berjudul “Analisis Piutang Dagang Pada PT.Adira Dinamika Multi finance, Tbk Cabang Malang”.
Dalam penulisan Tugas Akhir (TA) ini tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan serta motivasi, sehingga pada akhirnya penulis mampu menyelesaiakan Tugas Akhir ini dengan baik. Ucapkan terimakasih teristimewa penulis sampaikan kepada:
1.      Bapak Drs. Partono, M.pd. Selaku Direktur PKBI Universitas Negeri Malang.
2.      Bapak  Dr. Mardi Wiyono, M.pd. Selaku Direktur Akademik Universitas Negeri Malang.
3.      Bapak Ir. Djati Umar Saleh, Selaku Direktur Akademik Universitas Negeri Malang.
4.      Ibu Hanik Purbatin A, S.pd, Selaku Pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan hingga TA ini selesai.
5.      Ibu Retno Susanti, Selaku HRD PT. Adira Dinamika Multifinance,Tbk Cabang Malang yang telah mengizinkan penulis untuk menempati perusahaan sebagai obyek penelitian.
6.      Bapak dan Ibu yang telah mendo’akan dan memberikan dorongan baik berupa materi spiritual dengan penuh keihlasan sehingga penulis mampu menyelesaikan Tugas Akhir ini.
7.      Bagi semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini sampai selesai.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Tugas Akhir (TA) ini masih banyak keterbatasan dan kekurangan, untuk itu penulis sangat menghargai semua pendapat dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan TA ini. Akhirnya penulis berharap semoga TA ini dapat bermanfaat bagi penulis pribadi khususnya dan  pembaca   pada  umumnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Malang, ....... Juli 2013


                                                                                                               Penulis








DAFTAR ISI
Halaman Judul 
Lembar Persetujuan ...............................................................................................  i
Lembar pengesahan ................................................................................................  ii
Abstrak ....................................................................................................................  iii
Kata Pengantar .......................................................................................................  iv
Daftar Isi ..................................................................................................................  vi
Daftar Tabel ............................................................................................................  viii
Daftar Gambar .......................................................................................................  ix
BAB I : Pendahuluan .............................................................................................  1
1.1.  Latar Belakang .................................................................................  1
1.2.  Batasan Masalah ...............................................................................  3
1.3.  Rumusan Masalah ............................................................................  3
1.4.  Tujuan dan Penggunaan penelitian ................................................  4
1.5.  Manfaat Penelitian ............................................................................  4
BAB II : Tinjauan Pustaka ....................................................................................  6
2.1.  Landasan Teori .................................................................................  6
2.1.1. Pengertian Badan Usaha ......................................................  6
2.1.2. Jenis Badan Usaha ................................................................  6
2.1.3. Bentuk Badan Usaha ............................................................  7
2.1.4. Struktur Organisasi Perusahaan .........................................  9
2.1.5. Pengertian Piutang Dagang ..................................................  9
2.1.6. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pengumpulan piutang       10
2.1.7. Pengertian Kredit ..................................................................  12
2.1.8. Kebijaksanaan Penjualan Kredit ........................................  14
2.1.9. Tujuan dan Manfaat kredit................................................... 15
2.1.10.  Resiko investasi pada piutang ...........................................  16
2.1.11. Usaha-usaha untuk memperkecil resiko piutang ..............  18
2.1.12. Analisis ratio .........................................................................  19
BAB III : Pembahasan ...........................................................................................  21
3.1.  Tinjauan umum PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk ...........  21
        3.1.1. Sejarah singkat perusahaan ................................................  21
        3.1.2. Struktur organisasi ...............................................................  23
        3.1.3. Bidang Usaha PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk ..  31
3.2.   Analisis Data .....................................................................................  33
BAB IV : Penutup ...................................................................................................  39
              4.1.   Kesimpulan .......................................................................................  39
              4.2.   Saran .................................................................................................  39
Daftar Pustaka
Lampiran- Lampiran
Lembar Asistensi








DAFTAR TABEL

Tabel 1.  Susunan Kepegawaian ................................................................................  32
Tabel 2.  Bidang Usaha dan Omset Usaha ................................................................  33
Tabel 3.  Pengeluaran kas ..........................................................................................  34
Tabel 4.  Pengeluaran Dana dan Jumlah Piutang ......................................................  34
Tabel 5.  Piutang Rata-rata ........................................................................................  35
Tabel 6.  Tingkat Perputaran Piutang ........................................................................  36
Tabel 7.  Tingkat Pengumpulan Piutang ....................................................................  37
















DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi          




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Pada Umumnya suatu perusahaan ditinjau dari sudut pandang ekonomi adalah untuk memperoleh keuntungan (profit oriented), menjaga kelangsungan hidup, dan berkesinambungan operasi perusahaan, sehingga mampu berkembang menjadi perusahaan yang besar dan tangguh. Kesuksesan perusahaan dalam bisnis hanya bisa dicapai melalui pengelolaan yang baik, khususnya pengelolaan manajemen keuangan sehingga modal yang dimiliki bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Dalam mengelola manajemen keuangan, khususnya mengenai piutang dagang perlu direncanakan dan dianalisa secara seksama, sehingga kebijakan manajemen piutang dagang dapat berjalan secara efektif dan efisien, baik mengenai prosedur piutang, penagian piutang, penjualan kredit dan masalah piutang lainnya.
Secara umum piutang timbul karena adanya transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit. Ditengah persaingan bisnis yang ketat perusahaan dituntut untuk mampu meraih posisi pasar, sehingga perusahaan perlu melakukan strategi penjualan secara kredit, agar jumlah penjualan meningkat. Namun, konsekuensi dari kebijakan tersebut dapat menimbulkan peningkatan jumlah piutang, piutang yang tidak bisa ditagih dan biaya-biaya lainnya yang muncul seiring dengan peningkatan jumlah piutang.
Piutang merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang tercantum dalam neraca. Di dalam piutang tertanam sejumlah investasi perusahaan yang tidak terdapat pada aktiva lancar lainnya. Untuk itu pengelolaan piutang memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari penjualan kredit yang menimbulkan piutang sampai menjadi kas. Investasi yang terlalu besar dalam piutang bisa menimbulkan kecil atau lambatnya perputaran modal kerja, semakin kecil pula kemampuan perusahaan dalam meningkatkan volume penjualan. Akibatnya semakin kecilnya kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan keuntungan atau laba.
Peningkatan piutang yang diiringi oleh meningkatnya piutang yang tidak tertagih perlu mendapat perhatian. Untuk itu sebelum suatu perusahaan memutuskan melakukan  penjualan kredit, maka terlebih dahulu diperhitungkan mengenai jumlah dana yang diinvestasikan dalam piutang, syarat penjulan dan pembayaran yang diinginkan, kemungkinan kerugian piutang (piutang yang tidak bisa ditagih) dan biaya-biaya yang akan timbul dalam menangani piutang.
Dengan demikian, pengendalian terhadap piutang merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan oleh perusahaan. Sistem pengendalian piutang yang baik akan mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kebijakan penjualan secara kredit. Demikian pula sebaliknya, kelalaian dalam pengendalian piutang bisa berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya banyak piutang yang tidak bisa ditagih karena lemahnya kebijakan pengumpulan dan penagihan piutang.
Dengan mengingat pentingnya likuiditas dapat dilihat dengan mempertimbangkan dampak yang bersal dari ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kurangnya likuiditas menghalangi perusahaan memperoeh keuntungan dari diskon atau kesempatan mendapatkan keuntungan.
Dari latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan suatu analisis terhadap tingkat perputaran piutang dagang Adira Finance Malang sehingga dapat diketahui gambaran posisi atau keadaan piutang perusahaan yang sebenarnya, serta usaha-usaha yang akan dilakukan dalam mengelola piutang dari tahun 2011-2012, maka penulis mengambil judul “ANALISIS PERPUTARAN PIUTANG PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk CABANG MALANG”

1.2.Batasan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah Perputaran Piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Cabang Malang, meliputi:
·         Jenis usaha
·         Besarnya piutang dan perkembangannya
·         Tingkat perputaran piutang

1.3.Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul, latar belakang serta permasalahan yang ada dalam penelitian ini maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
·         Apa jenis usaha pada PT. Adira Dinamika Multi Finance,cabang malang?
·         Bagaimana besarnya piutang dan perkembangan piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance,cabang malang?
·         Bagaimana tingkat perputaran piutang yang terjadi pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Cabang Malang dari tahun 2011-2012?

1.4.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
a.       Tujuan Penelitian
“Untuk mengetahui tingkat perputaran piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Cabang Malang selama tiga tahun.”
b.      Kegunaan Penelitian
1.      Bagi Perusahaan
Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola koperasi untuk memperoleh informasi mengenai kekuatan dan kelemahan perusahaan, sehingga dapat digunakam dalam pengambilan keputusan bagi perusahaan.
2.      Bagi Pihak Lain.
Dapat diguanakan sebagai bahan studi perbandingan bagi perkembangan studi diwaktu yang akan datang.

1.5.Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan diatas, maka manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a)      Bagi Penulis
Penulisan laporan ini dipakai sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan teori-teori yang diperoleh dari kegiatan perkuliahan.
b)      Bagi PKBI
Tugas akhir ini dipergunakan sebagai dokumentasi untuk menunjukkan lulusan yang berkualitas dan siap kerja.
c)      Bagi Universitas Negeri Malang
Tugas akhir ini dipergunakan sebagai kontribusi yang positif dalam memberikan citra baik karena terbukti alumninya berkualitas dan mandiri
d)     Bagi PT. Adira Dinamika Multi Finance
Tugas akhir ini dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan bagi perusahaan dan sebagai studi perbandingan diwaktu yang akan datang.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Landasan Teori
2.1.1.      Pengertian Badan Usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis dan ekonomis yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan atau memberi layananan kepada masyarakat.
Perbedaan badan usaha dengan perusahaan
Badan usaha menggunakan kesatuan yuridis (aspek-aspek hukum yang harus dipenuhi) untuk mencapai tujuan sedangkan perusahaan adalah kesatuan faktor produksi yang melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan merupakan salah satu bagian atau alat badan usaha untuk mencapai tujuan. Badan usaha bisa saja memiliki beberapa perusahaan untuk mencapai tujuan.
2.1.2.      Jenis Badan Usaha
1)      Badan usaha agraris.
Badan usaha agraris adalah badan usaha yang membudidayakan tumbuhan dan hewan. Contoh : perkebunan, peternakan dan pertanian.
2)      Badan usaha perdagangan.
Badan usaha perdagangan adalah badan usaha yang dilakukan dengan cara membeli barang untuk dijual lagi agar memperoleh keuntungan. Contoh : pertokoan
3)      Badan usaha industri.
Badan usaha industri adalah badan usaha yang mengola bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh : industri minyak, industri tekstil dan lain sebagainya.
4)      Badan usaha ekstraktif.
Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang mengambil langsung apa yang dihasilkan alam.
5)      Badan usaha jasa.
Badan usaha jasa adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa, yang memberikan pelayanan jasa kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Contoh : jasa angkutan dan jasa telekomunikasi.
2.1.3.      Bentuk badan usaha
Ø  Badan usaha berdasarkan kepemilikan modal
§  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya dimiliki oleh negara bertujuan untuk melayani masyarakat atau memperoleh keuntungan. Contohnya : pertamina dan PT. Telkom.
§  Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya dimiliki swasta dan bertujuan mencari laba. Contohnya : badan usaha perorangan, firma, CV, PT dan koperasi.
§  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya dimiliki pemerintah daerah. Contoh : Bank Pembagunan Daerah.
§  Badan usaha campuran, yakni badan usaha yang kepemilikan modalnya sebagian dimiliki pemerintah dan sebagian lagi dimiliki swasta. Contohnya: badan usaha yang mengelola PT. Pembangunan Jaya.
Ø  Badan usaha berdasarkan hukum
Ü  Badan usaha perorangan adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya oleh perseoranagan dan didirikan oleh orang yang bersangkutan
Ü  Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dengan menggunakan nama bersama.
Ü  Persekutuan Komanditer (CV) adalah badan usaha yang didirikan atas dasar komanditer / kepercayaan
Ü  Persekutuan Terbatas (PT) adalah badan usaha yang kepemilikan modalnya terbagi atas saham-saham dimana tanggung jawab pemegang saham terbatas pada saham yang dimiliki.
Ü  Yayasan adalah badan usaha yang berbentuk kerja sama dari beberapa orang dibidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan dengan tujuan utama membantu sesama manusia dalam meningkatkan kualitas kehidupan.
Ü  Badan usaha swasta asing adalah badan usaha asing yang beroperasi di indonesia dan harus mengikuti ketentuan-ketentuan pemerintah indonesia.


2.1.4.      Struktur Organisasi Perusahaan
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
2.1.5.      Pengertian Piutang Dagang
Dalam upaya meningkatkan penjualan, salah satu kebijaksanaan yang diambil perusahaan adalah  melalui penjualan secara kredit, sehingga akan menimbulkan piutang.
Menurut Baridwan (1992 : 123) piutang merupakan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang dilakukan secara kredit, sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang atau jasa sampai saat di terimanya uang, dimana tenggang waktu tersebut penjual mempunyai tagihan kepada pembeli.
Menurut Machfudz (1990 : 147) piutang dagang merupakan berbagai macam klaim terhadap pihak lain agar pihak lain tersebut membayar sejumlah uang atau jasa dalam jangka waktu paling lama satu tahun atau satu periode akuntansi.
Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa piutang dagang merupakan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang dilakukan secara kredit dalam jangka waktu tertentu.
Kusnadi (1997 : 212) menurut sumber terjadinya piutang di bedakan menjadi:
a.       Piutang dagang (trade account recervable).
Suatu piutang yang dibentuk karena penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang dagang ini disebut juga dengan nama piutang saja karena waktu pelunasan umumnya kurang dari satu tahun, maka piutang ini dimasukkan kedalam kelompok aktiva lancar.
b.      Piutang non dagang (non trade account recervable)
Semua piutang selain piutang dagang, piutang non dagang umumnya didukung oleh perjanjian tertulis. Di dalam laporan keuangan, rekening ini dilaporkan secara terpisah dari rekening piutang dagang.

2.1.6.       Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pengumpulan piutang.
Dalam kebijakan kredit yang efektif, diperhitungkan laba yang diperoleh dengan biaya yang timbul dari adanya piutang tersebut. Apabila perusahaan menghendaki labanya meningkat, maka jumlah piutang dapat di perbesar, tetapi hal ini akan menimbulkan adanya beban seperti potongan kredit piutang yang mungkin tidak dapat ditagih. Menurut Rianto (1996 : 89 ) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi piutang adalah sebagai berikut:
a.    Besarnya volume kredit
Mungkin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan, maka akan memperbesar jumalah investasi dalam piutang. Dengan makin besarnya volume penjualan kredit setiap tahunnya berarti perusahaan harus menyediakan investasi yang lebih besar lagi dari piutang.
b.      Syarat pembayaran penjualan kredit
Syarat pembayaran penjualan kredit bisa bersifat ketat dan lunak. Apabila perusahaan lebih mengutamakan keselamatan kredit dari pada pertimbangan profitabilitas. Syarat yang ketat misalanya batas waktu pembayaran yang pendek, pembebanan bunga yang berat pada pembayaran piutang yang terlambat.
c.       Ketentuan tentang pembatasan kredit
Perusahaan dalam menjalankan kebijaksanaan penjulan kredit dapat menetapkan batas maksimal kredit yang diberikan kepada para pelanggan. Makin tinggi batas maksimal kredit yang diberikan para pelanggan, berarti makin besar dana yang diinvestasikan dalam piutang.
d.      Kebijakan dalam pengumpulan piutang
Perusahaan yang menjalankan kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang secara pasif umumnya dapat mendrong kenaikan penjualan, sebalikanya perusahaan yang menjalankan kebijaksanaan secara aktif dalam pengumpulan piuatang dan mempunyai pengeluaran uang yang lebih besar untuk membiayai aktivitas pengumpulan piutang tersebut.
e.       Kebiasaan membayar dari para pelanggan
Kebiasaan dari para pelanggan untuk membayar dalam jangka waktu potongan atau sesudahnya akan mempunyai efek terhadap besarnya investasi dan dalam piutang. Pada sebagian langganan yang mempunyai kebiasaan untuk membayar dengan menggunakan kesempatan mendapatkan cash discount, dan ada sebagian lagi yang tidak menggunakan kesempatan tersebut. Pebedaan cara pembayaran ini, tergantung pada cara peminjaman mereka terhadap mana yang lebih menguntungkan diantara kedua alternatif tersebut.

2.1.7.      Pengertian Kredit
2.1.7.1. Arti Kredit
            Kata Kredit berasal dari bahasa Yunani “Credere” artinya kepercayaan. Hal inilah yang menyebabkan kredit  harus berdasar atas kepercayaan, yang artinya bahwa seseorang / lembaga pemberi kredit (Kreditur) harus percaya bahwa penerima kredit (Debitur) sanggup memenuhi janjinya pada saat menerima pinjaman yang akan datang.
            Apabila kita artikan secara ekonomi, menurut Raymond. P. Kent dalam bukunya Thomas Suyitno, kredit adalah hak untuk menerima pembayaran / kewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang diminta atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang sekarang (Thomas Suyitno, 1990 : 11).
2.1.7.2.Unsur-unsur kredit
                                                Unsur-unsur yang terdapat pada kredit adalah :
a.       Kepercayaan, maksudnya suatu keyakinan dari pihak kreditur bahwa apa yang diberikan kepada pihak debitur baik berupa uang, barang / jasa, benar-benar diterimanya kembali sesuai aslinya dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
b.      Waktu, yaitu masa yang memisahkan antara masa memberi kredit dengan masa menerima pembayaran kredit yang akan datang, dimana pada unsur ini terkandung pengertian bahwa uang yang ada sekarang ini lebih tinggi nilainya dari uang yang diterima pada masa yang akan datang.
c.       Tingkat resiko, yaitu resiko yang dihadapi oleh kreditur sebagai akibat adanya jangka waktu pengambilan kredit, dimana semakin lama jangka waktu pengembalian kredit maka semakin besar pula resiko yang akan dihadapi oleh kreditur.
d.      Untuk mengetahui hal ini, maka dalam meminjam barang / uang harus ada jaminan.
e.       Prestasi / obyek kredit tidak saja diberikan dalam bentuk uang tetapi dapat juga berbentuk barang / jasa, namun dalam kehidupan ekonomi semakin modern transaksi kredit yang terjadi pada ummnya ialah berupa uang.
2.1.8.      Kebijaksanaan penjualan kredit
            Menurut Weston ( 1993:474) menyatakan bahwa kebijaksanaan kredit (credit policy) adalah serangkaian keputusan yang mencakup periode kredit, standar kredit, prosedur penagihan dan diskon yang ditawarkan.
Menurut Swarr (2000:198 – 201) faktor-faktor dalm kebijaksanaan perkreditan adalah :
a.       Standar kredit
Yaitu tingkat resiko maksimum yang bisa ditolerir dari seorang langganan kredit. Makin besar jumlah piutang kredit makin besar pula resikonya. Resiko yang dimaksud adalah resiko kredit, yaitu resiko yang tidak terbayarnya kredit yang telah diberikan kepada pelanggannya.
b.      Persyaratan kredit
Persyaratan kredit meliputi:
1.      Jangka waktu kredit, yaitu berapa lama seorang langganan yang membeli secara kredit harus sudah membayar hutang-hutangnya.
2.      Potongan kas, yaitu potongan yang diberikan kepada para langganan.
c.       Kebijkan penagihan yang dilakukan oleh perusahaan
Yaitu prosedur yang ditempuh untuk memperoleh pembayar dari rekening-rekening para langganan yang telah jatuh tempo, misalnya mengirim surat teguran, menegur melalui telepon atau menyerahkan kepada badan-badan penagih.
2.1.9.      Tujuan dan manfaat kredit
2.1.9.1.Tujuan kredit yaitu:
1.      Untuk meningkatkan penjualan.
Perusahaan yang menjual barangnya dengan cara kredit akan mampu menjual lebih banyak barang dibandingkan dengan perusahaan yang menjual barang dengan pembayaran tunai, sehingga perusahaan yang menjual barangnya dengan cara kredit akan mengalami peningkatan penjualan.
2.      Untuk meningkatkan laba
Dengan meningkatnya jumlah penjualan, maka diharapkan secara langsung akan meningkatkan laba yang diperoleh
3.      Untuk memenangkan persaingan
Dalam dunia bisnis ini, hampir semua perusahaan menjual barang-baranya dengan cara kredit, perusahaan harus menempuh kebijaksanaan serupa untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Kalau tidak konsumen akan melakukan pembelian-pembelian pada perusahaan yang menentukan syarat-syarat pembayaran yang lebih ringan.
2.1.9.2.                    Manfaat kredit
Adapun manfaat kredit yaitu:
1.      Meningkatkan volume penjualan
2.      Meningkatkan laba yang dihasilkan oleh perusahaan.
3.      Menjamin kontinvitas hubungan dagang antara perusahaan dengan para langganan.
2.1.10.  Resiko investasi pada piutang
            Dengan menjual secara kreditt, maka perusahaan atau koperasi telah memberikan kemudahan bagi para langganan. Hal ini akan menambah jumlah investasi dalam piutang. Dengan adanya kenaikan piutang akan memperbesar keuntungan pada penjual, ini berarti tingkat resiko yang ditimbulkan semakin besar.
Menurut Wetisemito (1990:93) resiko yang mungkin timbul dalam pemberian piutang perusahaan adalah sebagai berikut:
a.       Resiko tidak terbayarnya seluruh piutang
Resiko ini terjadi karena piutang tidak dibayar keseluruhan oleh pelanggan. Banyak faktor yang menyebabkan langganan tidak membayar seluruh piutang, misalnya usaha yang dilakukan langganan mengalami bangkrut, sehingga melarikan diri dan lain sebagainya.
b.      Resiko tidak terbayarnya sebagian piutang
Resiko ini hampir ama dengan resiko yang pertama, bedanya hanya pada dapat atau tidaknya diterima sebagian piutang dan resiko yang diterima oleh perusahaan tidak seberat bila tidak dibayarnya piutang, karena kerugian yang diterima tidak terlalu besar.
c.       Resiko tertanamnya modal dalm piutang
Resiko ini dapat menimbulkan terganggunya kelancaran perusahaan dalam melakukan aktivitas usahanya dan selanjutnya akan menghambat tercapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu, jumlah investasi odal dalam piutang dan waktu pengembalian harus dikendalikan agar perputaran piutang lebih cepat dan keuntungan yang diperoleh perusahaan akan meningkat.
      Menurut Riyanto (1996:78) bahwa permintaan kredit oleh para pelanggan perlu untuk diadakan evaluasi resiko dengan mempertimbangkan berbagai faktor yaitu lima C atau the five of credit yang terdiri dari:
a.       Character
Mengacu sampai sejauh mana pelanggan berusaha memenuhi kewajiban kreditnya sesuai dengan persyaratan yang di tetapkan oleh penjual.
b.      Capacity
Menggambarkan kemampuan seorang pelanggan untuk memenuhi kewajiban finansialnya
c.       Capital
Merupakan ukuran untuk melihat posisi keuangan langganan yang terletak pada laporan kuangan perusahaan yang berhubungan dengan finansial.
d.      Collateral
Digunakan sebagai jaminan keamanan kredit yang diberikan perusahaan kepada langganannya, misalnya BPKB Mobil dan BPKB Motor
e.       Condition
Menunjukkan pada keadaan ekonomi secara umum dan pengaruhnya atas kemampuan perusahaan pada calon pelanggan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban.

2.1.11.  Usaha-usaha untuk memperkecil resiko piutang
Tindakan yang paling baik untuk memperkecil resiko piutang adalah dengan cara pencegahan. Menurut Nitisemito (1990:94-98) bahwa dalam usaha untuk mencegah resiko- resiko dalam piutang, perusahaan harus mampu mendapatkan calon pelanggan yang betul-betul jujur, tepat janji serta menjanjikan. Adapun metode yang dapat dilakukan untuk mencegah resiko piutang adalah :
a.       Mencari informasi tentang mental dan kepribadian
      Sebelum perusahaan memberikan piutang, sebaiknya perusahaan mencari informasi-informasi terlebih dahulu tentang kepribadian dari calon yang akan diberikan piutang, informasi ini dapat diperoleh dari pihak lain yang pernah berhubungan. Agar mendapat informasi yang lebih objektif sebaiknya mencari informasi lebih dari satu pihak
b.      Mencari informasi tentang kemampuan keuangan
      Yang dimaksud dengan kemampuan keuangan disini adalah perusahaan tersebut harus cukup kuat. Sehingga kreditur tidak perlu khawatir piutangnya akan masuk dalam konsumsi atau apabila terjadi kerugian atau kemacetan, perusahaan masih mampu mengatasinya.
c.       Mencari informasi tentang jalannya perusahaan
      Jalannya perusahaan dapat dilihat melalui bagaimana prospek perusahaan dimasa yang akan datang, untuk itu kita perlu mengetahui likuiditas, solvabilitas dan rentabilitasnya. Apabila jalannya perusahaan itu tersebut lancar, maka keselamatan piutang akan lebih terjamin.
d.      Tahap demi tahap
Dengan jalan memberikan tahap demi tahap, maka perusahaan akan mampu memberikan penilaian yang lebih sempurna, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan untuk menghentikan, terus meberikan piutang tetapi dalam jumlah yang kecil maupun memperbesar jumlah piutang-piutang yang diberikan.
e.       Meminta barang jaminan
Perusahaan mensyaratkan bagi yang ingin memperoleh piutang harus memberikan jaminan. Cara ini dapat menjamin resiko terhadap piutang yang diberikan. Akan tetapi cara ini sulit dilaksanakan dalam praktek, sebab yang dapat melakukan mungkin hanya perusahaan yang sudah terkenal dan produksinya sudah sangat digemari konsumen.

2.1.12.  Analisis Ratio
Berdasarkan laporan keuangan analisa ratio dapat dihitung sebagai berikut:

a.       Rentabilitas
Adalah digunakan untuk mengukur atau menilai tingkat kemampuan suatu usaha dalam memperoleh keuntungan dalam periode tertentu.
Rumus

b.      Liquiditas
Adalah digunakan untuk mengukur atau menilai tingkat kemampuan suatu usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya atau hutang jangka pendek saat jatuh tempo.
Rumus :
c.        Solvabilitas
Adalah digunakan untuk mengukur atau menilai tingkat kemampuan suatu usaha atau mengembangkan suatu usaha dari seluruh hutangnya.
Rumus :










BAB III
PEMBAHASAN

3.1.Tinjauan umum PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk

3.1.1.  Sejarah Singkat Perusahaan
                 PT. Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) dibangun dengan kesungguhan tekad untuk menjadi perusahaan terbaik dan terpercaya di sektor pembiayaan konsumen bidang otomotif. PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk adalah perusahaan yang didirikan sejak tahun 1990 telah menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbesar untuk berbagai merk otomotif diindonesia berdasarkan pangsa pasar dan jumlah aktiva yang dikelola. Pada bulan maret 2004, Adira melakukan penawaran saham perdana, yang diikuti dengan pengalihan 75,0% kepemilikan pemegang saham lama melalui penempatan terbatas ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk, salah satu bank swasta nasional terbesar yang dimiliki oleh grup termasuk dari Singapura.
                 Berkat dukungan dari Bank Danamon. Perusahaan terus mengembangkan usahanya dengan menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat menghasilkan nilai yang tinggi, baik bagi konsumen maupun pemegang saham. Sejalan dengan kemampuan utama perusahaan dalam mengelola resiko pembiayaan secara detail, Adira lebih berkonsentrasi kepada pembiayaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Dengan dukungan dana yang besar dari Bank Danamon, serta profesionalisme dan dedikasi yang tinggi, perusahaan mampu membukukan pembiayaan baru sebesar RP 8,5 trilliun pada tahun 2006. Jumlah pembiayaan baru tersebut, 7,4% berasal dari sektor pembiayaan sepeda motor dan 25,0% berasal dari sektor mobil. Perusahaan membiayai sedikitnya 12,2% dari seluruh penjualan sepeda motor baru dan 3,9% dari seluruh penjualan mobil baru di indonesia selama tahun 2006.
                 Tahun 2006 merupakan tahun yang penuh tantangan sebagai akibat dari kondisi ekonomi makro yang kurang menguntungkan. Namun demikian, Adira mampu melewati tahun sulit tersebut berkat kerjasama yang baik antar karyawan dan perhatian penuh perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia.
                 Perusahaannya melalui program pelatihan yang berkesinambungan yang menyentuh hati karyawan, mitra usaha dan komunitas secara umum. Keseluruhan upaya ini menghasilkan kebanggaan dan kecintaan terhadap perusahaan. Sementara itu, belajar dari pengalaman perusahaan dalam melewati tahun-tahun yang sulit, Adira mulai melebarkan sayapnya dan mengembangkan strategi yang tepat, yaitu mulai bergerak melayani konsumen yang hendak mengajukan pembiayaan atas kepemilikan sepeda motor atau mobil dan memperkokoh posisinya sebagai perusahaan pembiayaan yang membiayai berbagai merek otomotif.
                 Strategi ini terbukti efektif seiring dengan terus berkembangnya industri otomotif terutama untuk seoeda motor, sehingga menjadikan adira sebagai salah satu pemain terbesar di sektor pembiayaan konsumen otomotif, tanpa harus terikat pada salah satu merek otomotif tertentu. Didukung dengan lebih dari 12.500 karyawan dan 245 jaringan usaha yang tersebar dibanyak kota di indonesia, Adira Finance telah memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan konsumen otomotif terkemuka di Indonesia.
                 Adira Finance Cabang Malang sendiri berkedudukan di JL. Raya Dieng No. 32 Malang.  Adira Finance membuka peluang usaha melalui berbagai macam pembiayaan motor, mobil, barang-barang kebutuhan rumah tangga dan lain-lain.
                 Visi Adira Finance “ Menawarkan solusi keuangan terbaik bagi para pelanggan “ dan mempunyai misi sebagai berikut :
1.     Beroperasi secara lugas dan tetap mengindahkan aspek kehati-hatian
2.     Berkontribusi dalam meningkatkan distribusi sepeda motor produk Yamaha.
3.     Memenuhi harapan pelanggan, karyawan, pemegang saham, kreditur dan pemerintah

3.1.2. Struktur organisasi
Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan, struktur organisasi merupakan peranan penting oleh karena itu cukup pantas jika dikatakan bahwa struktur organisasi merupakan persyaratan mutlak untuk mencapai tujuan organisasi itu. Sedangkan pengertian struktur organisasi sendiri yaitu suatu bagan yang menunjukkan keterkaitan antara pemimpin perusahaan dengan karyawannya. Dengan demikian terjadi pembagian tugas, baik hak dan kewajiban serta tanggung jawab yang jelas dari masing-masing bagian dalam struktur yag terorganisir. Struktur organisasi yang dibuat oleh perusahaan dengan maksud memudahkan dalam melihat fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan. Adapun struktur organisasi pada PT. Adira Dinamika Multi Finance adalah sebagai berikut:
        Gambar 1( PT.Adira Dinamika Multi Finance)
                 Tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut :
1.      Branch Manager
a.       Menentukan visi dan misi cabang dan perwakilan yang dikoordinir oleh cabang.
b.       Bertanggung jawab atas pencapaian target yang telah ditetapkan oleh managemen dengan berpedoman pada “guideline objecktive” secara nasional.
c.       Mengatur, menentukan dan mendelegasikan dan memonitor pelaksanaan tuga dari masing-masing bagian.
d.      Menentukan target marker (jenis & obyek pembiayaan) serta “pricing policy” (tingkat bunga kredit biaya administrasi,jangka waktu kredit dan denda).
e.       Sebagai ketua komite kredit cabang dan perwakilan
f.       Mempertanggung jawabkan segala hal ke kantor pusat.
2.      Internal Auditor
Internal Auditor hanya bertanggung jawab ke departemen audit kantor pusat. Dalam hal audit intern, tugas-tugas auditor adalah sebagai berikut:
a.       Melakukan audit dealer terutama dalam hal penerimaan piutang manajemen, laporan keuangan dan lain-lain.
b.      Melakukan pembenahan atas tertib administrasi dealer yang meliputi sistem, prosedur dan media pelaporan lainnya.
c.       Membuat laporan audit atas kunjungan ke dealer untuk selanjutnya didistribusikan kepada dealer yang dikunjungi, kepala cabang dan kantor pusat.
d.       Membantu dealer dalam masalah-masalah administrasi dan pajak.
e.       Melakuklan cash opname
f.       Melakukan stock taking bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB), post date check dan jaminan secara periodik (sekalian dengan laporan).
g.      Melakukan audit atas sistem dan prosedur, serta dokumentasi pada tiap departemen.
3.      Sekertaris
Sekertaris merupakan staf fungsi yang melayani kebutuhan kepala cabang untuk keperluan intern dan ekstern. Sekertaris mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.       Menerima dan memberikan pelayanan yang baik kepada tamu perusahaan.
b.      Korespondensi, registrasi dan filling surat masuk serta keluar.
c.       Mempersiapkan keperluan rapat serta keperluan notulensinya.
d.      Membantu pimpinan cabang dalam menyelesaiakan tugas sehari-harinya.
4.      Marketing dan Credit Head
Fungsi ini dijalankan oleh pimpinan cabang itu sendiri. Adapun jabatan ini adalah :
a.       Meralisasikan pencapaian target pasar sesuai dengan rencana kerja.
b.      Mengawasi kegiatan marketing executive melalui laporan nasabah baru maupun dalam hal menjalin dan membina dengan konsumen yang ada.
c.        Memonitoring atas penerapan target.
d.       Memastikan segala sesuai dengan dokumen pengikatan dan perjanjian dengan lengkap, benar dan aman.
e.        Memastikan kegiatan penjualan perusahaan berjalan dengan baik.
5.      Marketing Executive
Fungsi ini mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :
a.       Mencari dan mengidentifikasi kebutuhan konsumen.
b.      Memasarkan produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen
c.       Membuat dan mengajukan usulan pembiayaan.
d.      Membantu plaksanaan trade checking atas permintaan dari caang lain.
e.       Mengupayakan pengadaan jaminan dari konsumen
f.       Sebagia coordinator surveyor dalam menjalankan tugas survey.
6.      Customer service
Bagian ini bertanggung jawab kepada marketing executive yang mepunyai tugas sebagai berikut:
a.       Memberikan informasi dan menerima serta menampung seluruh keluhan debitur dan dealer yang ditujukan ke perusahaan.
b.      Menunjuk superveyor untuk melakukan survey.
c.       Membuat order pembelian untuk kontrak yang telah disetujui.
d.      Menyiapkan aplikasi dan kontrak untuk ditanda tangani oleh konsumen dan mengiringi salinan kontrak ke konsumen beserta kartu pembayaran angsuran.
7.      Credit Support
      Mempunyai tugas-tugas sebagai berikut:
a.      Mengawasi dan menindak lanjuti dokumen-dokumen kredit persyaratan lainnya.
b.     Membuat memo kredit bila terjadi kesalahan dalam memasukkan data kontrak.
c.      Filing dokumen-dokumen persyaratan kredit.
d.     Menyimpan dan menyusun dokumen-dokumen jaminan.
e.      Otorisasi tanda tangan perjanjian kontrak dan dokumen lainnya.
f.      Memonitoring “aging BPKB on hand dan overdue
8.      Credit Processor
Bagian ini merupakan bawahan dari kepala seksi kredit yang mempunyai tugas antara lain:
a.    Memproses kontrak yang telah diperiksa kelengkapannnya.
b.  Mendistribusikan dan filing dokumen kredit dan kelengkapannya.
c.   Mengirimkan salinan kontrak ke konsumen atau dealer.
d.  Memelihara dan memonitor persediaan formulir kontrak.
e.   Menyiapkan dan mengirimkan formulir kontrak untuk dealer list.
9.      Surveyor
Tugas-tugasnya yaitu:
a.   Melakukan survey dan memberikan informasi tentang layak tidaknya calon konsumen mendapatkan fasilitas kredit.
b.  Menyerahkan pemesanan pembelian ke dealer.
c.   Memeriksa dan menindaklanjuti kelengkapan dokumen yang diperlukan.
10.   Operation head
Merupakan suatu jabatan yang mengawasi operasional perusahaan sehari-hari dengan tugas sebagai berikut :
a.    Menyusun, melaksanakan dan mereview  activity plan operation” cabang dan perwakilannya.
b.   Menyusun dan merevisi budget tahunan.
c.    Mewakili kepala cabang jika kepala cabang berhalangan.
d.   Menjalankan serta mengawasi day to day operation berjalan dengan baik.
e.    Melakukan persetujuan pencairan dana di cabang dan perwakilan.
11.   Accounting staf
Mempunyai tugas sebagai berikut:
a.    Membuat laporan kas bank harian.
b.   Membuat laporan mutasi titipan.
c.    Mengawasi kas kecil untuk cabang dan perwakilan.
d.   Membuat memo pemindahbukuan.
e.    Membuat laporan mutasi piutang usaha.
12.  Treasury
Tugas-tugasnya sebagai berikut:
a.    Menyimpan dokumen-dokumen penting seperti jaminan BPKB dan PDC (post date check).
b.  Melakukan pembukuan rekening bank untuk penerimaan dan pengeluaran.
c.   Membuat “projected cash flow”.
d.  Melakukan pencetakan kwitansi dan bukti pengeluaran uang.
e.   Mentransfer dana pembiayaan ke rekening dealer atau supplier.
13.  Kasir
Tugas-tugasnya yaitu:
a.    Menerima pembayaran angsuran, uang muka, biaya administrasi dan lain-lain baik tunai, cek maupun giro.
b.   Menyiapkan setoran untuk giro/cek dan uang tunai.
c.    Melakukan pembayaran untuk pengeluaran yang nilainya tidak lebih dari Rp. 1.000.000,-.
14.   Account receivable controller
Merupakan fungsi yang cukup penting dalam pengelolaan piutang perusahaan, dengan tugas-tugas sebagai berikut:
a.    Menyiapkan data piutang yang selalu “up to date”.
b.   Mengawasi daftar tagihan harian dan membuat daftar tagihan dan kunjungan untuk kolektor
c.    Bertanggungjawab atas administrasi dan penyiapan kwitansi yang masih dalam proses penagihan.
d.   Mengirimkan surat peringatan (somasi) untuk konsumen yang mengalami keterlambatan pembayaran angsuran.
e.    Mengkoordinir jadwal penagihan kolektor.
f.    Membuat laporan piutang bulanan.
15.  Account receivable operation
Mempunyai tugas-tugas sebagai berikut:
a.    Membuat dan menyimpan kwitansi angsuran.
b.   Membuat bon hijau pengeluaran untuk titipan pelunasan.
c.    Filling kwitansi sesuai dengan nomor kontrak.
d.   Membuat perhitungan pelunasan dan pelunasan yang sebenar-benarnya.
16.           Kolektor
Mempunyai tugas-tugas sebagai berikut:
a.    Melakukan penagihan atas piutang yang telah jatuh tempo.
b.   Mengirimkan surat peringatan kepada konsumen.
c.    Memonitor dan membina hubungan dengan konsumen.
17.  Remedial
Tugas remedial ini adalah :
a.    Menangani konsumen yang bermasalah, yang tidak melakukan  kewajiban pembayaran sampai dengan 3 kali angsuran.
b.   Melakukan penarikan fisik kendaraan bagi konsumen yang benar-benar tidak mampu melakukan kewajiban pembayaran angsuran.
c.    Melakukan penjualan fisik kendaraan.
18.  General Affair
Tugas-tugas yang diberikan yaitu:
a.    Memelihara perlengkapan kantor, bangunan dan inventaris milik perusahaan.
b.   Mengkoordinir “office boy” dalam menjalankan tugas sehari-hari.
c.    Memelihara barang-barang promosi seperti jaket, spanduk, dan lain-lain.
d.   Membuat daftar inventaris kantor.
19.  Data controller dan user trainer
a.    Memelihara dan mengawasi sistem yang dipakai oleh cabang dan perwakilan.
b.   Melakukan koordinasi dengan kantor pusat mengenai sistem atau kebutuhan cabang dan perwakilan.
c.    Merevisi, memperbaiki program aplikasi agar lebih mudah digunakan.
d.   Melakukan pelatihan bagi karyawan baru.
3.1.2.1.Susunan Kepegawaian
          Sesuai dengan memo tahunan yang ditetapkan per tanggal 31. Desember 2011, Susunan Jabatan Kepegawaian pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Cabang Malang sebagai berikut :



Tabel 1
(Periode 2011-2012)
No
Nama
 Jabatan
Alamat
1.
Hendrik fitrisna
BM
Malang
2.
Bambang A
Intern Audit
Malang
3.
Heru A
Sekertaris
Malang
4.
Ari
Marketing
Malang
5.
Agus nowo
Marketing Eks
Malang
6.
Umi D
Cs
Malang
7.
Henny
Credit Support
Malang
8.
Renny
Credit Proc
Malang
9.
Gamma L
Surveyor
Malang
10.
Okto
Oper Head
Malang
11
Hesty
Account staf
Malang
12
Anjari
Treasury
Malang
13.
Rinda
Kasir
Malang
14.
Retno s
AccountRecContr
Malang
15.
Yudi
Collector
Malang


3.1.3.  Bidang Usaha PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Cabang Malang
                 Dalam kegiatannya sehari-hari PT. Adira Finance Cabang Malang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembiayaan, jenis pembiayaan yang di biayai oleh PT. Adira Antara lain; Mobil Bekas/ Baru, Motor Bekas/ Baru, maupun Jenis Barang-barang Elektronik seperti  laptop, Handphone dan lain-lain.
                 Selain dalam hal pembiayaan, Adira Finance Cabang Malang Juga memberi peluang dalam Peminjaman Dana Tunai yang mana pembayarannya adalah dengan cara mengangsur, dan syarat Jaminan BPKB Motor dan Mobil Tahun 1997 keatas.
Tabel 2
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE, TBK MALANG
BIDANG USAHA DAN OMSET USAHA
Tahun 2011-2012
(Sumber Data: PT. Adira Finance)
3.2.   Analisis Data
                  
                 Dalam menganalisis perputaran piutang PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cabang Malang Perlu menganalisis pelaksanaan kebijakan Pembiayaan maupun Peminjaman dana dimasa lalu yaitu tahun 2011-2012. Hasil analisis yang ada pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cabang Malang dapat digunakan untuk memeperkirakan atau mengistimasi besarnya piutang yang akan datang yaitu tahun 2013, sehingga besarnya investasi dalam piutang dapat digunakan sebagai dasar pengendalian piutang.
Disini dapat dilihat data pengeluaran Kas (pembiayaan dan peminjaman dana) yang terjadi di PT. Adira Dinamika Multi Finance,Tbk Cabang Malang sejak bulan januari 2011 hingga desember 2012:

Tabel 3
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk
Cabang Malang
PENGELUARAN KAS
PENGELUARAN DANA KREDIT
Tahun 2011
2012
Pembiayaan
Rp. 23.761.550
Rp.32.951.324
Peminjaman
Rp. 25.961.750
Rp. 38.953.326
(sumber data: PT. Adira Finance,Cabang Malang)

                   Untuk mengetahui seberapa besarnya perputaran piutang dagang pada tahun 2005-2006, langkah-langkah yang diambil oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cabang Malang dalam menganalisis perputaran piutang adalah sebagai berikut:
1.    Menyusun perkembangan pengeluaran dana dan jumlah piutang
                 Perkembangan pengeluaran dana dan jumlah piutang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk
Cabang Malang
PENGELUARAN DANA DAN JUMLAH PIUTANG
Tahun 2011-2012
(dalam rupiah)
Tahun
Saldo awal piutang
Pengeluaran dana
Total piutang
Saldo piutang akhir
Penerimaan
2011
15.125.800
49.723.300
64.849.100
32.144.125
32.734.975
2012
32.144.125
.71.904.650
104.018.775
38.338.350
65.680.425

Dimana:
Total piutang = saldo piutang awal + penjualan kredit
Sehingga diperoleh
Total piutang 2011= 15.125.800 + 49.723.300 = 64.849.100
Total piutang 2012= 32.144.125 + 71.904.650 = 104.018.775
Sedangkan penerimaan diperoleh dari:
Penerimaan= total piutang – saldo piutang akhir
Sehingga diperoleh:
Penerimaan 2011= 64.849.100 - 32.144.125 = 32.734.975
Penerimaan 2012= 104.081.775 – 38.338.350 = 65.680.425
              Dengan melihat tabel 2 diatas,dapat diketahui perkembangan jumlah piutang dagang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance,Tbk Cabang Malang yaitu:
Tahun 2011 sebesar Rp. 64.849.100
Tahun 2012 sebesar Rp. 104.081.775
Ini berarti bahwa perkembangan jumlah piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang mengalami kenaikan dari tahun 2011 ke tahun 2012,sehingga menunjukkan adanya kemungkinan semakin lama saldo piutang semakin membesar.
2.         Mengitung besarnya piutang rata-rata
          Perhitungan besarnya piutang rata-rata adalah sebagai berikut:
Tabel 5
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk
Cabang Malang
PIUTANG RATA-RATA
Tahun 2011-2012
(dalam rupiah)
Tahun
Saldo piutang awal
Saldo piutang akhir
Rata-rata
2011
15.125.800
32.114.125
23.619.962,5
2012
32.144.125
38.338.350
35.226.237,5

             
Dimana :
Rata-rata = saldo piutang awal + saldo piutang akhir
                                                   2
Sehingga diperoleh:
Rata-rata piutang 2011 = 15.125.800 + 32.144.125   = 23.619.962,5
                                                             2
Rata-rata piutang 2012 = 32.114.125 + 38.338.350  = 35.226.237,5
                                                             2
Menerapkan semakin besarnya jumlah piuang yang terdapat pada PT. Adira Dinamika Multi Finance,Tbk Cabang malang.
3.         Menghitung tingkat perputaran piutang.
Tingkat perputaran piutang ini dimaksudkan untuk mengetahui atau menghitung berapa kali dana yang tertanam dalam piutang yang berputar selama satu tahun atau satu periode. Tingkat perputaran piutang dapat diketahui dengan cara membagi penjualan kredit selama periode tertentu dengan jumlah piutang rata-rata. Adapun perhitungan dari tahun 2011 sampai 2012 adalah sebagai berikut:
Tabel 6
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk
Cabang Malang
TINGKAT PERPUTARAN PIUTANG
Tahun 2011-2012
(dalam rupiah)

Tahun
Penjualan kredit
Piutang rata-rata
Realisasi perputaran piutang (kali)
Target perputaran piutang (kali)
2011
49.723.300
23.619.962,5
2,10
1
2012
71.904.650
35.226.237,5
2,04
1

Dimana:
Tingkat perputaran piutang = Penjualan Kredit
                                                 Piutang Rata-rata
Sehingga diperoleh :
Tingkat perputaran piutang 2011 = 49.723.300    = 2,10
                                                        23.619.962,5
Tingkat perputaran piutang 2012 = 71.904.650    = 2,04
                                                         35.226.237,5
PT. Adira Dinamika Multi Finance,Tbk cab. Malang telah menetapkan kebijaksanaan kredit dengan jangka waktu pelunasan selama 240 hari atau 8 bulan. Dengan demikian PT. Adira finance menghendaki perputaran piutang sebanyak 1 kali dalam 1 tahun. Dari perhitungan tabel 4 dapat diketahui bahwa tingkat perputaran piutang tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami penurunan diatas tingkat perputaran piutang yang ditetapkan oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance sebesar 1 kali. Hal ini karena tingkat perputaran piutang dipengaruhi oleh penjualan kredit dan piutang rata-rata yang setiap tahunnya mengalami penurunan.
4.      Menghitung periode rata-rata yang diperlukan untuk pengumpulan piutang
Rata-rata pengumpulan piutang ini merupakan rata-rata jangka waktu para pelanggan dalam melunasi hutangnya sebagi akibat penjualan kredit yang akan diadakan oleh perusahaan , rata-rata pengumpulan piutang ini dapat diketahui dengan membagi tahun dalam hari (360) dengan tingkat perputaran piutang.
Adapun rata-rata pengumpulan piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance,Tbk Caang Malang sebagai berikut :

Tabel 7
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk
Cabang Malang
TINGKAT PENGUMPULAN  PIUTANG
Tahun 2011-2012
(dalam rupiah)

Tahun
Jumlah hari dalam 1 tahun
Tingkat perputaran piutang
Realisasi pengumpulan piutang(hari)
Target pengumpulan piutang (hari)
2011
360
2,10
171
240
2012
360
2,04
176
240

Dimana:
Realisasi pengumpulan piutang = Jumlah hari dalam satu tahun
                                                            Tingkat perputaran piutang
Sehingga diperoleh:
Realisasi pengumpulan piutang 2011 = 360  = 171
                                                                2,10
Realisasi pengumpulan piutang 2012 = 360 = 176
                                                               2,04
Dari hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa langganan rata-rat memenuhi kewajibannya sesuai dengan waktu yang diberikan oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang seperti pada tahun 2011 nasabah membayar pada hari ke 171 dan pada tahun 2012 nasabah membayar pada hari ke 176.
Tingkat perputaran piutang dan hari rata-rata pengumpulan piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang terbukti sesuai dengan target, dimana telah ditetapkan target perputaran piutang dalam 1 periode yaitu 1 kali dan rata-rata pengumpulan piutang 240 hari. Realisasinya, perputaran piutang pada tahun 2011 sebesar 2,10 kali dan tahun 2012 sebesar 2,04 kali. Realisasi hari rata-rata pengumpulan piutang pada tahun 2011 sampai tahun 2012 realisasinya lebih besar dari target yang ditetapkan oleh  PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang yaitu sebesar 1 kali. Ini berarti terjadi lebih lama karena dipengaruhi oelh kredit dan piutang rata-rata yang setiap tahunnya mengalami enurunan. Realisasi hari pengumpulan piutang lebih cepat dari target yang ditetapkan oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang, karena dipengarhi oleh tingkat perputaran piutang.

BAB IV
                                                      PENUTUP        

4.1.       Kesimpulan
      Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap tingkat perputaran piutang, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Perkembangan piutang yang terjadi pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang dari tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp39.169.675 yaitu pada tahun 2011 sebesar Rp64.849.100 dan pada tahun 2012 sebesar Rp104.018.775, dengan demikian hal ini menunjukkan adanya kemungkinan semakin lama saldo piutang akan semakin membesar.
2.    Tingkat perputaran piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang dari tahun 2011 ke tahun 2012 semakin menurun yaitu pada tahun 2011 sebesar 2,10 kali sedangkan pada tahun 2012 sebesar 2,04 kali. Ini menunjukkan bahwa tingkat perputaran piutag pada tahun 2011 sampai tahun 2012 efektif. Karena realisasinya lebih besar dari target yang telah ditetapkan sebesar 1 kali. Hal ini dikarenakan lamanya angsuran mengenai jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah.
4.2.        Saran
      Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang, dibawah ini akan penuli kemukakan saran-saran yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang didalam melakukan tindakan selanjutnya dalam usaha untuk mencapai tujuan. Adapun saran yang mungkin dapat penulis berikan adalah:
1.    Peninjauan kembali atas kebijakan pengurus perihal jumlah pinjaman dan lamanya angsuran, mengingat modal pada perusahaan itu harus berputar dan agar PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang bisa lebih berkembang lagi.
2.    Melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan kepada nasabahnya bahwa pemberian pinjaman harus melihat kondisi si peminjam.
3.    Hendaknya PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang menetapkan kebijakan kredit dengan pemberian jangka waktu pelunasan kredit kepada nasabah. Dengan demikian PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang dapat menentukan berapa kali perputaran piutang dalam satu tahun. Dengan cara tersebut PT. Adira Dinamika Multi Finance, Cab. Malang dapat memperhitungkan apakah tingkat perputaran piutang sudah efektif atau belum. Hal tersebut dilakukan utnuk menghindar penumpukan modal dalam piutang.










DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, ZAKI. 1992. Intermediate Accounting; Edisi 6, penerbit BPFE, Yogyakarta.
Basri dan Gitosudarmo, Indriyo. 1989. Manajemen Keuangan; Edisi Revisi penerbit BPFE, Yogyakarta.
Nitisemito, Alex. 1990. Pembelajaran Perusahaan; Edisi Revisi, penerbit Ghalia, Indonesia.
Agustin, Liana. 2007. Analisis Perputaran Piutang Dagang pada KOPKAR PT. REX CANNING; Edisi Revisi, Penerbit UM press, Malang.














LAMPIRAN – LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
                               FORM PERHITUNGAN PENCAIRAN DANA
                                                       (Pengeluaran kas)
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE,Tbk





LAMPIRAN 2
FORM KARTU PIUTANG
PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINACE, Tbk



LEMBAR      ASISTENSI

Nama                                       : Jenny maharani Tatanegara
NIM/DNI                                : 712443481/045
Bidang Keahlihan                   : Komputer Akuntansi
Judul Tugas Akhir                  : Analisis Perputaran Piutang  pada PT. Adira Dinamika  Multi finance,tbk Cabang Malang
Pembimbing                            : Hanik Purbatin A, S.pd

No.
Tahap
Tanggal
Catatan/Saran
Paraf Pembimbing
1.
Pengajuan proposal
14-06-2013


2.
BAB I
20-06-2013


3.
BAB II
27-06-2013


4.
BAB III
13-07-2013


5.
BAB IV
16-07-2013


7.
Daftar Rujukan





                                                                              Malang, ……………
Mengetahui,                                                            Mengesahkan,
Ketua Bidang, Komputer Akuntansi                      Dosen Pembimbing,



Ir. DJATI UMAR SALEH                                    HANIK PURBATIN A, S.pd
NIP. 130 878 694                                                    NIP. 19650311 198903 2 012